Kamasanpost Headline Animator

Misteri: Integrasi Papua Kedalam NKRI


Kamasanpost, Beberapa tahun belakangan ini rakyat Papua dibingungkan oleh isu integrasi sudah final yang tertulis dalam sebuah buku hasil karangan oleh bapak Nicolas Meset dan sebaliknya Bapak Pdt. S.S yoman dalam buku barunya tertulis Integrasi belum selesai, kedua buku ini memiliki daya tarik yang masing-masing tidak terkalakan antara satu sama lain.

Kedua buku ini sedang marak di seluruh wilayah Papua, melihat kondisi ini generasi muda papua bekerja sama dengan KNPB melakukan Seminar Publik untuk mencari tahu bahwa bagaimana sebenarnya Integrasi itu bisa dipersoalkan dalam 2 buku tersebu;

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, panitia berupaya semaksimal mungkin untuk menghadirkan kedua tokoh penulis buku tersebut. seminar publik pun telah berlangsung pada tanggal 11 mei 2010 di Balai Pelatihan sisial Kamp Key Abepura, walaupun terlihat tarik menarik antara kelompok pro dan Kontra namun acara berlangsung aman,

Sementara itu ketua panitia (Moses)meluangkan waktu beberapa menit untuk menyelaskan kepada perss yang hadir dalam kegiatan seminar. moses menyampaikan bahwa kegiatan seperti sangat baik untuk memberikan pemahaman kepada rakyat Papua Barat agar mengetahui dimana letak kesalahan dalam proses integrasi itu dan apa kebenarannya.

Kegiatan hasil rumusan seminarnya akan dibagikan kepada setiap komponen rakyat Papua Barat dalam waktu dekat ini menurut Ketua Panita kepada Kamasanpost.
Lanjut membaca “Misteri: Integrasi Papua Kedalam NKRI”  »»

UNCEN Patut Dipertanyakan Oleh Orang Papua


Kamasanpost, Universitas Cenederawasih Jayapura-Papua menasionalisasi mekanisme dan merubah cara pendaftaran mahasiswa baru, penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2010 ini bisa dibilang maju dan moderen, sistim seperti ini sangat baik untuk kalangan tertentu guna menghindari antrian panjang saat melakukan pendaftaran mahasiswa baru. yang menjadi pertanyaan adalah wajarkah Papua diberlakukan sistem seperti ini...?

Pertanyaan diatas sangat tidak logis dan tidak wajar pada jaman dewasa ini, walaupun demikian sistem pendidikan di Papua sangatlah memprihatinkan sehingg tidak semua siswa lulusan SMA bisa mengoperasikan Komputer. salah satu bukti bahwa pada malam ini saya barusan mendaftarkan 2 siswa baru yang ternyata mereka tidak dapat operasikan komputer apalagi Online.

Dua siswa ini sudah berusaha semampu mereka untuk mendaftarkan diri di Universitas Cenderawasih, namun karena mekanismenya tidak sanggup mereka gapai sempat putus asa.

setelah saya mencoba untuk mendaftarkan 2 siswa ini via Online, ternyata cara mengisi formulir secara online terlihat sangat sulit bagi Orang Awam Komputer, dengan demikian sistem yang diterapkan UNCEN sesungguhnya membunu Mahasiswa - Mahasiswi Asli Papua.


Lanjut membaca “UNCEN Patut Dipertanyakan Oleh Orang Papua”  »»

Pro & Kontra Wacana dialog Jakarta - Papua

Port Numbay, meskipun wacana dialog jakarta-Papua dibesar-besarkan di media lokal Papua maupun media nasional, Kondisi terakhir di tidak seperti pemberitaan dalam media dan rakyat Papua terlihat pesimis menanggapi Wacana dialog ini.
konsultasi Public sudah dilakukan hampir di setiap daerah di Papua bahkan Secara nasional maupun internasional, sampai berita ini saya tulis, secara pribadi saya melihat tidak ada respon positif oleh rakyat papua sehingga saya berharap untuk segera mencari format yang bisa diterima oleh berbagai kalangan di Papua.
Satu contoh:
  1. Motor yang dipakai tadinya YAMAHA berarti bisa TUKAR HONDA atau lainya.
  2. Pembalapnya juga terlihat tidak berani ... ganti yang berani.


ayapura [PAPOS] - Lembaga-lembaga keagamaan merupakan salah satu saluran yang bisa menjembatani proses dialog masyarakat Papua dengan Jakarta, dalam rangka menghapuskan tuduhan makar atas oknum atau kelompok masyarakat tertentu yang melakukan aksi sosial.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik Papua sekaligus penulis buku "Makar-Perspektif Papua", Frits Bernard Ramandey SSos MH di Jayapura, Kamis, menanggapi desakan banyak kalangan masyarakat di Papua agar segera digelar dialog nasional Papua dengan pemerintah pusat untuk menuntaskan berbagai permasalahan krusial di wilayah Papua.

"Pendekatan spiritualitas agama mengajarkan bahwa kedudukan kedudukan manusia adalah sederajat," katanya.

Menurut Frits, gereja Katolik dan Protestan di Papua selama ini telah menjalankan misi dengan baik dalam menjembatani proses awal komunikasi masyarakat Papua dengan pemerintah Indonesia.

Dia mengatakan, para tokoh agama di Papua mengambil peran penting dalam memediasi dialog sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan status politik Papua secara bermartabat berdasarkan nilai-nilai ajaran ke-Tuhanan yang bebas kepentingan pragmatisme.

Dalam catatan Frits, beberapa orang Papua yang menyampaikan pikiran dan ekspresinya d iantaranya Arnol Aap dengan kelompok seniman/budaya asli Papua, juga kelompok sipil yang memilih bergerilya seperti Feri Awom, yang kemudian kepadanya dikenakan pasal subversi.

Selain itu, makar pernah didakwakan kepada Dr Tom Wanggai yang bersama kelompoknya mendeklarasikan Negara Melanesia Barat pada 14 Desember 1988 di lapangan sepak bola Mandala,Jayapura.

Selanjutnya Theys H.Eluay juga dijerat dengan pasal-pasal makar. Ia mencetuskan Deklarasi 12 November 1999 dan pengibaran bendera Bintang Kejora 1 Desember 1999.

Ia juga terlibat dalam Mubes Papua pada 23-26 Februari 2000, Komunike Politik Papua dan kegiatan Kongres Papua II pada 29 Mei - 4 Juni 2000.

Bagi rakyat Papua, rangkaian kegiatan yang diikuti Theys H.Eluay dan ribuan orang Papua itu merupakan ekspresi kebebasan atas nama masyarakat Papua yang menyuarakan status kedaulatan politik Papua Barat berdasarkan peristiwa 1 Desember 1961 sementara itu para penegak hukum memiliki pandangan bahwa tindakan dan kegiatan tersebut adalah perbuatan makar .

Frits berpendapat, apabila proses tradisi dan politik masyarakat Papua tidak dipahami secara hati-hati dari perspektif sosial, ekonomi, politik dan budaya dengan nafas pluralisme, maka penegakan hukum atas nama keadilan tidak akan ditemukan dalam kasus-kasus tindak makar di Papua. [ant/agi]

Lanjut membaca “Pro & Kontra Wacana dialog Jakarta - Papua”  »»

Rakayat Papua melakukan Aksi di Port Numbay


KNPB, Port Numbay 22 February 2010. Ribuan masa aksi rakyat Papua melakukan demonstrasi dan duduki kota Port Numbay ( ibu kota propinsi Papua). Dalam aksi kali ini, masa aksi yang tergabung dari berbagai organisasi perjuangan yang di akomodir oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melalui komisi diplomasinya. Komisi HAM dan Demokrasi, menyeruhkan kepada Pemerintah Indonesia melalui kaki tanggannya pemerintah propinsi Papua. Dalam orasinya menuntut pemerintah Indonesia segerah bertanggung jawab atas pelanggaran – pelanggaran HAM yang terjadi di bumi Papua sejak tahun 1961 samapi saat ini.


Kota Numbay sempat macet di berbagai akses jalan dan lumpuh segalah aktifitas, masa aksi rakyat Papua datang dari berbagai sector di kota Port Numbay, aksi dimulai pukul 08:00 waktu Papua, masa aksi berkumpul di beberapa sector, setibanya masa di depan Taman Imbi masa langsung dihadang oleh kesatuan POLRI walau begitu tidak menimbulkan hal-hal yang krusial, pihak kepolisian terlihat melakukan proses pembiaran terhadap kondisi aksi. Biarpun tidak ada komando atau pernyataan resmi oleh kapolda Papua, pihak kepolisian Papua mengijinkan masa aksi rakyat Papua Barat untuk menyampaikan berbagi aspirasinya ke DPRP.
Setelah masa aksi tiba di kantor DPRP Papua pada pukul 12 siang waktu Papua, masa aksi langsung melakukan Orasi-Orasi politik. Dalam orasinya masa aksi rakyat Papua Barat berjanji akan terus melakukan aksi protes selama ketidak adilan terjadi di tanah papua.
Berikut pernyataan Rakyat Papua;

Pemerintah Indonesia segerah bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di bumi Papua.
  • Segerah bebaskan TAPOL & NAPOL Papua.
  • Segerah Tari militer Organik dan Non Organik dari Bumi Papua.
  • Menolak dengan tegas KODAM II Papua.
  • TNI/POLRI stop mengejar dan membatasi ruang demokrasi aktivis HAM Papua.
  • Segerah berikan ruang sebebas –bebasnya kepada Perss Nasional maupun Internasional di bumi Papua.
Aksi berlangsung aman dan terkendali, setelah menyampaikan orasi Politik, masa langsung membubarkan diri dengan tertip.


Lanjut membaca “Rakayat Papua melakukan Aksi di Port Numbay”  »»

 

About Me

Foto saya
disini tempat kami bermain, kami ingin leluasa mencari apa yang terjadi di sini. ingin bertanya sama tanta Google.... harap tidak membatasi kami....!

Pinda Ke Facebook

Recent Post

News & Update

Sign up to receive updates

Blogspot tutorial & Free Template.


Recent Coment