Kamasanpost Headline Animator

Putra Daerah Rencanakan konflik sebagai harga tawar Ajang Pilkada.

Masyarakat Papua Menjadi Objek Para Elit Politik Daerah


"Bukan hal baru"

Beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa menilai bahwa : Masyarakat Papua dan Bendera Bintang Kejora Menjadi tawaran politik untuk untuk mendapatkan perhatian oleh pemerintah pusat, tidak peduli korban berjatuhan di sana sini.
Iya...' begitulah skenario yang dibuat oleh politikus daerah'. tutur seorang mahasiswa asal papua di kediamannya -Jogja.
Bukan hal baru bagi kami, seperi inilah berbagai upaya yang dilakukan oleh politikus papua untuk mendapatkan posisi sebagai kepala daerah maupun kursi legislatif. masyarakat papua menjadi komoditi para elit politik Papua dan pada akhirnya Organisasi Papua Merdeka sering disingkat OPM dijadikan sebagai alat dan Resep Mujarap untuk menarik simpati para Elit politik jakarta.

Untuk apa memilih kepalah Daerah...?

Memilih dan dipilih sebagai kepalah daerah adalah untuk benar-benar mengabdi dalam karirnya demi pembangunan daerah yang lebih maju, apalagi papua. bila jawabannya iya Apa artinya Pilkada dan Pemilu di lakukan di papua jika Politikus lokal yang sebenarnya dipilih oleh rakyat menjadi batu sandungan bagi rakyatnya sendiri.

Pemerintah Pusat salah kapra dalam Peraturan Negara.
Kepada Pemerintah Pusat dan Seluruh Rakyat Indonesia bahwa sesungguhnya dapat diperhatikan dengan seksama " bendera bintang kejora dan Isu Papua Merdeka sama sekali tidak ada ikatan politik dengan Pemilihan kepala daerah atau Politik birokrasi di papua".

Seharusnay ditangkap adalah
Para Elit politik Papua, Mengapa demikian..? karena merekalah yang memainkan dan memutar balik kebenaran Papua merdeka untuk mendapatkan kusri legislatif atau kepala daerah yang korup demi kepentingan pribadinya...

salah satu kasusnya adalah seperti yang diberiahkan di Papuapos:

TIMIKA (PAPOS) –Lagi, Bendera Bintang Kejora Selasa (23/9) dini hari sekitar pukul 03.15 WIT kemarin berkibar di Kelurahan Kwamki Baru setelah sepekan lalu Rabu (17/9) berkibar di Kampung Tengah Kwamki Lama.

Jika di Kwamki Lama Polisi hanya menemukan tiang yang dipakai mengibarkan bendera saja, tidak berhasil menyita bendera, dan tidak berhasil pula mengamankan pelakunya.

Namun lain di Kwamki Baru, bendera yang berkibar itu jaraknya hanya sekitar 100 meter dari Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Mimika Baru Jalan Cemara di Timika, Polisi sukses menyita bendera serta sejumlah alat bukti lain termasuk 18 orang diamankan.

Wartawan Papua Pos dari Timika tadi malam melaporkan, pengibaran bendera Bintang Kejora itu dilakukan oleh tiga orang warga dan disaksikan puluhan warga lainnya. Para pelaku serta barang bukti berupa bendera bintang kejora, senjata tajam dan senjata rakitan yang dibawa warga masyarakat sudah diamankan polisi setempat.

------>>> Baca selengkapnya

Comments :

0 komentar to “Putra Daerah Rencanakan konflik sebagai harga tawar Ajang Pilkada.”

Posting Komentar

Tulis dan Kirim Komentar Anda

 

About Me

Foto saya
disini tempat kami bermain, kami ingin leluasa mencari apa yang terjadi di sini. ingin bertanya sama tanta Google.... harap tidak membatasi kami....!

Pinda Ke Facebook

Recent Post

News & Update

Sign up to receive updates

Blogspot tutorial & Free Template.


Recent Coment